Rabu, Juli 24, 2019

Inikah sebagian Rizki saya?

yup,, seperti halnya Roda,
seluruh penjuru pernah dilalui,, atas-bawah-samping-serong,,
pernah lah dilaluinya,,

inilah hidup dan kehidupan,,

suatu saat harta pergi meninggalkan kita,
dan suatu saat pula kita pergi meniggalkan harta,,
dan itu adalah suatu ketetapan yang valid dan absolute,,

Harta itu amanah,
permasalahannya adalah bagaimana kita untuk menjalakan amanah sesuai dengan jalurnya,
yaitu jalur yang diridhai Allah tanpa harus mengorbankan harta kita dengan sia-sia..



1. Dari abu salim bin abdullah bin umar dari ayahnya dari umar ra , ia berkata ; Rasulullah saw memberi bagian dari sedekah kepada saya, tetapi saya menolaknya dan saya katakan ” Wahai rasulullah berikanlah kepada orang yang lebih membutuhkan “beliau bersabda ” terimalah apabila harta itu mendatangimu sedangkan kamu tidak mengharap-harapkannya dan meminta, kemudia terserah kamu , boleh kamu makan atau kamu sedekahkan . dan yang tidak datang kepadamu, janganlah kamu menuruti hawa nafsumu untuk mendapatkannya” Salim berkata “setelah itu abdullah tidak pernah meminta sesuatu pun kepada orang lain dan tidak pernah menolak pemberian (HR Bukhari dan Muslim )

2. Dari ibnu mas’ud ia berkata; Rasulullah saw bertanya; ” siapakah diantara kalian yang lebih mencintai harta warisan daripada harta sendiri ? para sahabat menjawab; Wahai rasulullah , sesungguhnya kami lebih mencintai harta sendiri “beliau bersabda “Sesungguhnya harta sendiri lebih diutamakan dan harta waris, harus dikesampingkan (HR Bukhari )

Persis malam hari kemarin, aku menghadiri pengajian rutin,, bertepatan dengan menjelang Idul Adha, tema yang diambil oleh penceramah adalah Harta (Antara  Kuantitas & Kualitas).

Di satu Frasa sang Ustadz berkata "Tidak ada hubungan antara rajin ibadah dengan harta duniawi",,hmmmm,, menarik bukan??

Kembali saya teringat akan sebuah isi ceramah juga, yang pada satu kesempatan sang Ustadz bertanya,, "Orang Muslim banyak gak yang kaya? yang setengah kaya? yang miskin?... lalu Orang Non Muslim banyak gak yang kaya? yang setengah kaya? yang miskin?..." sontak saja setiap pertanyaan dijawab jamaah dengan |"BANYAAAAKK"

Singkat cerita, hanya untuk melawan lupa,, bahwa rezeki kita di dunia sudah ditentukan ALLAH SWT ketika Ruh ditiupkan ke jasad kita. Terlepas dari akan menganut agama apa bahkan akan tidak beragama sekalipun individu tersebut, Allah sudah tetapkan rezekinya.

"Tidak akan mati seseorang melainkan sudah habis rezekinya di dunia"

Yang terpenting diingat adalah semua itu merupakan cobaan, baik Kekayaan maupun Kemiskinan. Si Kaya, apakah dengan kekayaannya dia mampu untuk terus berada di jalan Allah, atau malah menyimpang. Si Miskin, apakah dengan derita kemiskinan di dunia, dia mampu untuk terus bersyukur dan beribadah kepada Allah, atau malah dia putus asa dan menyalahkan Allah.

“Tidak Aku ciptakan jin dan Manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz –Dzariyat: 56 )

Sudah cukup jelas dalam potongan ayat tersebut maksud dan tujuan Allah menciptakan kita ke dunia, jadi sebagai Self Reminder saya pribadi, Cukuplah segala sesuatunya kita niatkan hanya untuk beribadah kepada Allah Semata.

Terakhir, pesan untuk saya pribadi khususnya, dan untuk khalayak umumnya,,

|~ ~ SIBUKLAH MENYIAPKAN AKOMODASI TERBAIK UNTUK AKHIRATMU, BIAR ALLAH YANG AKAN MENGURUS AKOMODASI DUNIAMU~ ~


Senin, September 12, 2011

Bidadari Surgaku

Setiap manusia punya rasa cinta,
yang mesti dijaga kemurniannya,
namun kadangkala insan tak berdaya,
saat dusta mampir bertahta,,

Kuinginkan dia, yang punya setia,
dan mampu menjaga kesuciannya,
saat ku tak ada, ku jauh darinya,
amanahpun jadi penjaganya,,

Hatimu tempat berlindungku,
dari kejahatan syahwatku,
Tuhanku merestui itu,
dijadikan engkau istriku,
kaulah,, Bidadari Surgaku,,

Tiada yang memahami, sgala kekuranganku,
kecuali kamu, bidadariku,,

maafkanlah aku, dengan kebodohanku,
yang tak bisa membimbing dirimu,,

Rabbana Hablana MinAzwajina,,
wazurryiatina, qurrataayyun,
wajjalnaa, lilmuttaqina, imamann

..BIDADARI SURGAKU..

Sabtu, Oktober 02, 2010

gak tau..

Aku melihat laki-laki menangis, namun berbeda dengan cara dan mimik wajah seorang perempuan saat menangis. Terlihat diam dan tenang, sesekali air matanya keluar dari matanya. Pandangannya kosong namun seperti ingin mengatakan sesuatu. Tidak selama wanita saat menangis, hanya beberapa menit, bahkan beberapa detik.
Entah apa yang laki-laki itu pikirkan, entah apa kata-kata yang ingin ia keluarkan. Yang aku tau, aku melihatnya dia menangis di sana.. sendiri.. menyepi di kediaman yang sunyi. Seolah-olah tangis itu milik dia seorang. Tidak ada yang lain.. Setelah puas di detik-detiknya, dia kembali lagi beraktifitas seperti biasa.. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa..

Perempuan berpikir dengan perasaannya, laki-laki berpikir dengan logikanya. Inilah mengapa perempuan lebih sensitif dibandingkan dengan laki-laki.

Tapi, menangis selalu berasal dari perasaan. Teman.. ketika laki-laki menangis.. bukan sebutan cengeng atau kurang jantanlah yang harus dilontarkan padanya. Tapi lihatlah betapa sangat beratnya dia menahan deritanya, sehingga dia perlu mengeluarkan air matanya yang berharga itu..

Dia tidak perlu orang mendekatinya, dia tidak perlu orang untuk menghiburnya. Yang dia perlukan hanya beberapa menit/detiknya untuk ketenangan batin..

Saat kamu melihat seorang lelaki menangis, berilah dia sedikit waktu, sedikit saja..

Apapun yang terjadi, yakinlah bahwa ia mampu mengatasi masalahnya sendiri, sendiri dia bisa, tapi dengan kehadiranmu, dia lengkap..

Jumat, Juni 25, 2010

5 hal perusak mental.

1. Membandingkan kekurangan diri dengan kelebihan orang lain.

2. Bersikap kasar tentang sesuatu yang bisa ditangani dengan santun.

3. Menunda melakukan sesuatu saat ia masih mudah dilakukan.

4. Meyakini bahwa hanya orang tidak jujur yang akan mendapat kesempatan.

5. Melihat keberhasilan orang lain sebagai keberuntungan, dan kesulitan diri sendiri sebagai nasib.

-MTSC-