Aku melihat laki-laki menangis, namun berbeda dengan cara dan mimik wajah seorang perempuan saat menangis. Terlihat diam dan tenang, sesekali air matanya keluar dari matanya. Pandangannya kosong namun seperti ingin mengatakan sesuatu. Tidak selama wanita saat menangis, hanya beberapa menit, bahkan beberapa detik.
Entah apa yang laki-laki itu pikirkan, entah apa kata-kata yang ingin ia keluarkan. Yang aku tau, aku melihatnya dia menangis di sana.. sendiri.. menyepi di kediaman yang sunyi. Seolah-olah tangis itu milik dia seorang. Tidak ada yang lain.. Setelah puas di detik-detiknya, dia kembali lagi beraktifitas seperti biasa.. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa..
Perempuan berpikir dengan perasaannya, laki-laki berpikir dengan logikanya. Inilah mengapa perempuan lebih sensitif dibandingkan dengan laki-laki.
Tapi, menangis selalu berasal dari perasaan. Teman.. ketika laki-laki menangis.. bukan sebutan cengeng atau kurang jantanlah yang harus dilontarkan padanya. Tapi lihatlah betapa sangat beratnya dia menahan deritanya, sehingga dia perlu mengeluarkan air matanya yang berharga itu..
Dia tidak perlu orang mendekatinya, dia tidak perlu orang untuk menghiburnya. Yang dia perlukan hanya beberapa menit/detiknya untuk ketenangan batin..
Saat kamu melihat seorang lelaki menangis, berilah dia sedikit waktu, sedikit saja..
Apapun yang terjadi, yakinlah bahwa ia mampu mengatasi masalahnya sendiri, sendiri dia bisa, tapi dengan kehadiranmu, dia lengkap..
Sabtu, Oktober 02, 2010
Jumat, Juni 25, 2010
5 hal perusak mental.
1. Membandingkan kekurangan diri dengan kelebihan orang lain.
2. Bersikap kasar tentang sesuatu yang bisa ditangani dengan santun.
3. Menunda melakukan sesuatu saat ia masih mudah dilakukan.
4. Meyakini bahwa hanya orang tidak jujur yang akan mendapat kesempatan.
5. Melihat keberhasilan orang lain sebagai keberuntungan, dan kesulitan diri sendiri sebagai nasib.
-MTSC-
2. Bersikap kasar tentang sesuatu yang bisa ditangani dengan santun.
3. Menunda melakukan sesuatu saat ia masih mudah dilakukan.
4. Meyakini bahwa hanya orang tidak jujur yang akan mendapat kesempatan.
5. Melihat keberhasilan orang lain sebagai keberuntungan, dan kesulitan diri sendiri sebagai nasib.
-MTSC-
Jumat, Mei 07, 2010
Belum Saatnya,,
Apa?? Berhenti??
hah,, okey gw akan berhenti,, tapi nanti,
saat sudah tidak ada lagi jalan menuju Roma,
atau negeri China sudah tidak lagi pada tempatnya,
gw akan berenti,,
TAPI
sebelum semua itu,,
selama masih ada jalan menuju Roma,
gw yakin akan banyak jalan menuju Cita-cita,,
dan selama negeri China masih pada tempatnya,
gw yakin gw bisa terus belajar dan belajar,,
belum saatnya gw harus berhenti dan menepi dari lautan
yang jelas masih terbuka luas untuk diarungi,,
SUCCESS,,IS MINE,,
-KURAKURABAKAR -
hah,, okey gw akan berhenti,, tapi nanti,
saat sudah tidak ada lagi jalan menuju Roma,
atau negeri China sudah tidak lagi pada tempatnya,
gw akan berenti,,
TAPI
sebelum semua itu,,
selama masih ada jalan menuju Roma,
gw yakin akan banyak jalan menuju Cita-cita,,
dan selama negeri China masih pada tempatnya,
gw yakin gw bisa terus belajar dan belajar,,
belum saatnya gw harus berhenti dan menepi dari lautan
yang jelas masih terbuka luas untuk diarungi,,
SUCCESS,,IS MINE,,
-KURAKURABAKAR -
Rabu, April 07, 2010
"CINTA TERKEMBANG JADI KATA"
Selalu begitu. Cinta selalu membutuhkan kata. Tidak seperti perasaan-perasaan lain, cinta lebih membutuhkan kata lebih dari apapun. Maka ketika cinta terkembang dalam jiwa tiba-tiba kita merasakan sebuah dorongan yang tak terbendung untuk menyatakannya. Sorot mata takkan sanggup menyatakan semuanya.
Tidak mungkin memang. Dua bola mata kita terlalu kecil untuk mewakili semua makna yang membuncah di laut jiwa saat badai cinta datang. Mata yang sanggup menyampaikan sinyal pesan bahwa ada badai dilaut jiwa. Hanya itu. Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi; goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semuanya nyata. Indah.
Itu sebabnya ada surat cinta. Ada cerita cinta, ada puisi cinta, ada lagu, semuanya adalah kata. Walaupun tidak semua kata mampu mewakili gelombang makna-makna cinta, tapi badai itu harus diberi kanal; biar dia mengalir sampai jauh. Cinta membuat makna-makna itu jadi jauh lebih nyata dalam rekaman jiwa kita. Bukan hanya itu. Cinta bahkan menyadarkan kita pada wujud-wujud lain dari kita; langit, laut, gunung, padang rumput, tepi pantai, gelombang, purnama, matahari, senja, gelap malam, cerah pagi, taman bunga, burung-burung... tiba-tiba semua wujud itu punya arti... tiba-tiba semua wujud itu masuk kedalam kesadaran kita... tiba-tiba semua wujud itu menjadi bagian dalam hidup kita... tiba-tiba semua wujud itu menjadi kata yang setia menjelaskan perasaan-perasaan kita... tiba-tiba semua wujud itu berubah menjadi metafora-metafora yang memvisualkan makna-makna cinta. Itu sebabnya para pecinta selalu berubah menjadi sastrawan atau penyair... atau setidaknya menyukai karya-karya para sastrawan, menyukai puisi, atau mau belajar melantunkan lagu. Bukan karena ia percaya bahwa ia akan benar-benar menjadi sastrawan atau penyair yang berbakat... tapi semata-mata ia tidak kuat menahan gelombang makna-makna cinta.
Cinta membuat jiwa kita jadi halus dan lembut... maka semua yang lahir dari kehalusan dan kelembutan itu adalah juga makna-makna yang halus dan lembut... hanya katalah yang dapat menguranginya, menjamahnya perlahan-lahan sampai ia tampak terang dalam imaji kita. Puisi “Aku ingin” nya Sapardi Djoko Damono mungkin bisa jadi sebuah contoh bagaimana kata mengurangi dan menjamah makna-makna itu... apakah Sapardi sedang jatuh cinta atau sedang ingin memaknai kembali cintanya? Saya tidak tahu! Tapi begini katanya:
Aku ingin mencintaimu
Dengan cara yang sederhana
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu
Dengan cara yang sederhana
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Sumber: Buku Serial Cinta-Anis Matta Lc,
Tidak mungkin memang. Dua bola mata kita terlalu kecil untuk mewakili semua makna yang membuncah di laut jiwa saat badai cinta datang. Mata yang sanggup menyampaikan sinyal pesan bahwa ada badai dilaut jiwa. Hanya itu. Sebab cinta adalah gelombang makna-makna yang menggores langit hati, maka jadilah pelangi; goresannya kuat, warnanya terang, paduannya rumit, tapi semuanya nyata. Indah.
Itu sebabnya ada surat cinta. Ada cerita cinta, ada puisi cinta, ada lagu, semuanya adalah kata. Walaupun tidak semua kata mampu mewakili gelombang makna-makna cinta, tapi badai itu harus diberi kanal; biar dia mengalir sampai jauh. Cinta membuat makna-makna itu jadi jauh lebih nyata dalam rekaman jiwa kita. Bukan hanya itu. Cinta bahkan menyadarkan kita pada wujud-wujud lain dari kita; langit, laut, gunung, padang rumput, tepi pantai, gelombang, purnama, matahari, senja, gelap malam, cerah pagi, taman bunga, burung-burung... tiba-tiba semua wujud itu punya arti... tiba-tiba semua wujud itu masuk kedalam kesadaran kita... tiba-tiba semua wujud itu menjadi bagian dalam hidup kita... tiba-tiba semua wujud itu menjadi kata yang setia menjelaskan perasaan-perasaan kita... tiba-tiba semua wujud itu berubah menjadi metafora-metafora yang memvisualkan makna-makna cinta. Itu sebabnya para pecinta selalu berubah menjadi sastrawan atau penyair... atau setidaknya menyukai karya-karya para sastrawan, menyukai puisi, atau mau belajar melantunkan lagu. Bukan karena ia percaya bahwa ia akan benar-benar menjadi sastrawan atau penyair yang berbakat... tapi semata-mata ia tidak kuat menahan gelombang makna-makna cinta.
Cinta membuat jiwa kita jadi halus dan lembut... maka semua yang lahir dari kehalusan dan kelembutan itu adalah juga makna-makna yang halus dan lembut... hanya katalah yang dapat menguranginya, menjamahnya perlahan-lahan sampai ia tampak terang dalam imaji kita. Puisi “Aku ingin” nya Sapardi Djoko Damono mungkin bisa jadi sebuah contoh bagaimana kata mengurangi dan menjamah makna-makna itu... apakah Sapardi sedang jatuh cinta atau sedang ingin memaknai kembali cintanya? Saya tidak tahu! Tapi begini katanya:
Aku ingin mencintaimu
Dengan cara yang sederhana
Kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu
Dengan cara yang sederhana
Awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Sumber: Buku Serial Cinta-Anis Matta Lc,
Rabu, Maret 24, 2010
Life is Choice..!!
Kalau hanya tinggal tersisa 2 pilihan didepan saya,,
GAGAL atau DIAM,,,
maka saya akan memilih GAGAL,,,
kenapa??
Saya rasa Anda sudah cukup dewasa untuk memahami,,
apa itu GAGAL,, dan
apa itu DIAM,,
SUCCESS,,IS MINE,,
-KURAKURABAKAR-
GAGAL atau DIAM,,,
maka saya akan memilih GAGAL,,,
kenapa??
Saya rasa Anda sudah cukup dewasa untuk memahami,,
apa itu GAGAL,, dan
apa itu DIAM,,
SUCCESS,,IS MINE,,
-KURAKURABAKAR-
Minggu, Maret 07, 2010
Bisa..
Kekurangan tidak pernah menjadi suatu kemalangan untukku,
karena kehidupan jiwaku melindungiku. Bahkan keIslamanku, walau kadang dipengaruhi oleh kecenderungan egois.
Setiap peristiwa penting di dalam hidupku sampai saat ini disebabkan oleh peristiwa kehilangan,
baik yang disebabkan oleh kematian seseorang,,
atau kematian sesuatu didalam hidupku.
Semua rentetan kemalangan itu menyadarkanku akan relativitas kenyataan semua hal, dan aku menyadari semua itu, sebagai suatu kebenaran yang absolut..
karena kehidupan jiwaku melindungiku. Bahkan keIslamanku, walau kadang dipengaruhi oleh kecenderungan egois.
Setiap peristiwa penting di dalam hidupku sampai saat ini disebabkan oleh peristiwa kehilangan,
baik yang disebabkan oleh kematian seseorang,,
atau kematian sesuatu didalam hidupku.
Semua rentetan kemalangan itu menyadarkanku akan relativitas kenyataan semua hal, dan aku menyadari semua itu, sebagai suatu kebenaran yang absolut..
Minggu, Februari 14, 2010
PIL...!!!!
heii,, lu,,,,
bangun,,bangun,,
sampe kapan lagi lo mw tidur kayak gni.,,
liat donk keluar,,
coba,, hirup ni udara,, segar,,
coba lo liat itu burung,, ceria,,
lo liat,, itu matahari muda,, dia tersenyum,,
liat,,,
mereka aja semangat man,,
mereka aja melihat masa depan,,
tapi lo,, liat diri lo,,
silahkan telan pil pahit buatan lo sendiri,,
pil yang lo buat dari campuran masa lalu lo,,
yang lo aduk di cawan kenangan lo,,
yang lo siram dengan air residu khayal lo,,
dan yang lo bungkus dengan kertas kelemahan lo,,
apa yang lo harapkan dari pil itu???
coba lo liat tuh orang,,
liat,,
meskipun gw g yakin dia orang baik,,
tapi sepertinya dia ingin berubah untuk lebih baik,,
dan gw yakin itu lebih baik, dari pada orang baik yang diam dengan kebaikannya,,
heii,, semua udah berubah coy,, berubah,,,
tinggalkan pil itu,,
ganti,, buang jauh-jauh,,
lo harus bangun,,
lo harus liat mereka,,
ambil pelajaran dari mereka,,
dan pil lo,,
So,, lo g bakal meracik pil dengan komposisi yang sama dengan pil masa lalu lo itu..
SUCCESS,,IS MINE
-kurakurabakar-
bangun,,bangun,,
sampe kapan lagi lo mw tidur kayak gni.,,
liat donk keluar,,
coba,, hirup ni udara,, segar,,
coba lo liat itu burung,, ceria,,
lo liat,, itu matahari muda,, dia tersenyum,,
liat,,,
mereka aja semangat man,,
mereka aja melihat masa depan,,
tapi lo,, liat diri lo,,
silahkan telan pil pahit buatan lo sendiri,,
pil yang lo buat dari campuran masa lalu lo,,
yang lo aduk di cawan kenangan lo,,
yang lo siram dengan air residu khayal lo,,
dan yang lo bungkus dengan kertas kelemahan lo,,
apa yang lo harapkan dari pil itu???
coba lo liat tuh orang,,
liat,,
meskipun gw g yakin dia orang baik,,
tapi sepertinya dia ingin berubah untuk lebih baik,,
dan gw yakin itu lebih baik, dari pada orang baik yang diam dengan kebaikannya,,
heii,, semua udah berubah coy,, berubah,,,
tinggalkan pil itu,,
ganti,, buang jauh-jauh,,
lo harus bangun,,
lo harus liat mereka,,
ambil pelajaran dari mereka,,
dan pil lo,,
So,, lo g bakal meracik pil dengan komposisi yang sama dengan pil masa lalu lo itu..
SUCCESS,,IS MINE
-kurakurabakar-
Langganan:
Komentar (Atom)
